Rabu, 07 November 2012

JANUR KUNING - BALIK NAMA - JANOKO


Tidak bisa kita pungkiri bahwa mulai tahun 2006 hingga saat ini sejak Janoko ring 42 menjuarai Lomba SI di Surabaya, burung tersebut serta betina belahannya ibu dan bapaknya mencari incaran para mania andokan ditanah air. Namun Kemampuan Janoko yang kabar terakhir berada di Koneng Jakarta (Ilsogno) dan hampir tidak mengeluarkan bibit selalu menjadi incaran mania andokan setanah air bahkan serasa tidak lengkap apabila dikandang kita tidak ada trah janoko untuk bahan breding. Karena dari Trah Janoko dan betina sesarangnya dengan ring 41, banyak mengeluarkan pembalap – pembalap berkualitas baik dilomba lokal bahkan Nasional. Terminator dan Janoko junior ( Koneng), Pamungkas, Parikesit, Bintang Jakarta, Garis (Muksin), Condro, Pantai selatan, Keris ( Juara Aniversari 2012) (milik Fair team semarang) dan masih banyak lagi. Kalau kita mau jujur masih banyak lagi, baik dari F1, F2, F3 sprinter – sprinter ditanah air saat ini yang menjuarai lomba – lomba lokal dan nasional yang berasal dari trah Janoko, namun banyak juga mania andokan yang kurang sportif sehingga mencoba mengaburkan trah keturunan agar ternakan burung juara tersebut tidak ketahuan namun trah burung lain yang muncul, sehingga keaslian trah atau garis keturunan tidak jelas dan kabur. Memang dalam hal breding kita tidak bisa mengetahui berapa persen kontribusi kedua indukan terhadap anaknya 50 : 50, 70 : 30, atau 90 : 10, ini pun tidak bisa dilihat secara fenotif ( fisik luar ) saja, kita tentunya juga harus mempelajari hukum Gregor Johan Mendell  agar tidak cepat – cepat berkomentar tentang trah mana yang lebihdominan dalam daya turun keanakan. Mengenai Janoko anak dari Excellent memang tidak bisa disalahkan apabila itu dari jalur betina lain lagi bila dari jalur induk jantan.

Mengenai Janoko ring 42 yang fenomenal karena sampai tembus penawaran angka 750 jt, mungkin dapat dikatakan merpati paling mahal setelah leonard V&R 41. Namun bila dibandingkan dalam menurunkan kemampuan keanak cucunya baik Janoko ring 42 dan betina sesarangnya ring 41 dapat dibilang hampir merata. Sehingga kita perlu menggali keterangan  kepada mania Andokan Jember an. Patrik Haryanto ( masih keponakan alm. Ayin) serta Tapa ( Mantan joki Janoko team) dengan beberapa kru janoko team Jember yang mengetahui persis silsilah Janoko. Menurut keterangan orang – orang tersebut Janoko sebenarnya bukan anakan langsung dari Excellent namun cucu. Janoko sebenarnya anakan langsung dari burung yang bernama Balik Nama disilangan dengan betina hasil silangan Excellent dengan betina Megan kaki berbulu gondrong ( trah Masa kini Nyo situbondo).  Sehingga tidak perlu heran kalau keturunan Janoko sewaktu – waktu akan keluar anakan yang kaki berbulu gondrong, sedangkan untuk ciri – ciri lain yang tidak bisa di pungkiri bahwa keturunan janoko pasti sewaktu – waktu akan keluar warna kelabu tongkol atau seperti ungu. Sehingga Janoko ring 42 merupakan hasil silangan Balik nama dengan anak Excellent X betina anak Masakini (Nyo situbondo).
   Menurut keterangan Patrik dan Tapa mania andokan asal Jember bahwa Balik Nama adalah burung asli dari situbondo berwarna Kelabu Tongkol ( mirip Janoko Junior sekarang ada di Fair Team semarang ) dengan selap putih disayap sebelah kiri bulu nomor 4 dan 6 serta tidak menggunakan ring (non ring), bentuk badan agak gundek. Balik Nama sendiri anak dari Janur Kuning (Situbondo) dengan Betina warna Tritis Ring CHO (trah Cempaka), sedangkan kakek Balik nama adalah burung yang bernama Cepe dan kakek buyut Balik nama adalah Micky (Nyo Situbondo) disilang dengan betina anak 45 dimana burung tersebut juga masih milik Nyo. Untuk Janur Kuning sendiri merupakan burung yang banyak mengeluarkan burung – burung top pada masa itu seperti Angel dan Baret merah (Nyo Situbondo) namun beda Indukan dengan Balik nama, Janur kuning sendiri pemilik aslinya Yadi orang tuanya Sun Situbondo, keterangan ini dibenarkan oleh Didik samo jokinya Nyo Situbondo pada saat itu.

 Asal muasal Balik nama sendiri adalah milik saudara Naiming (Situbondo) yang diternak oleh sdr. Yadi dimana pada saat itu sdr. Naiming membawa betina tritis Ring CHO (trah Cempaka) kemudian keluarlah Balik Nama. Setelah dewasa Balik nama mulai menunjukkan keisitimewaanya yakni dengan type terbang lop panjang – panjang dengan tembak yang keras, namun pada saat itu Balik nama terdapat kendala tidak mau hinggap di betinanya. Karena keistimewaan tersebut sehingga dibeli oleh Sdr. Patrik Haryanto seharga Rp. 7.5 jt pada tahun 1999.
Anak – anak Balik nama menurut pengamatan Patrik dan Tapa bukan hanya Janoko ring 40 yang sekarang ada di Koneng (ilsogno) namun semuanya ada 7 (tujuh) ekor, baik yang masih ada maupun yang sudah hilang. Anak pertama Balik nama semasa masih dilatih oleh Patrik, saat istirahat mabung dijodohkan dengan Betina anak Kalibek keluar 2 ekor, 1 ekor hilang pada saat mengikuti Lomba SI tahun 2000-an di Laguna pada saat itu Leonard juara I ketemu Irama Achien  semarang, Sedang yang satu Warna kelabu silver Tongkol ring TB 003 (sekarang ada di Janoko Mozart team semarang).
Setelah kondisi berumur sekitar tahun 2002-an, Balik Nama diistirahatkan dititipkan dikandang Janoko team Jember untuk diambil anaknya. Pertama di silangkan dengan betina Excellent X Masa kini ( namun bukan induk janoko) keluar 3 (tiga) ekor, 2 ekor warna kelabu dan tritis dijual ke H. Durahman (jember) dan keduanya hilang di lapangan Jenggawa dan Semba (Jember) sedang yang satu warna kelabu tongkol selap ring Janoko 18 sekarang berada di Kandang Janoko Mozart team, kemudian Balik Nama dijodohkan kembali dengan adiknya masih anak Excellent dan betina anak Masakini (betina kelabu terang ada selap putihnya, betina tsb hilang di Bali pada saat dipinjam oleh Janoko Mozart team dulu Deltig Mozart) hanya diambil satu teloran maka keluarlah Janoko Ring 42 dan betina ring 41 ( yang saat ini berada di Koneng Jakarta). Kemudian di silang kembali dengan betina Gambir ( trah Mama Chelsie ) yang dibawa oleh (alm) Linan (Situbondo) keluarlah Micky ring Janoko 73 ( saat ini juga berada di Janoko Mozart team Semarang) kemudian setelah mengeluarkan Micky, Balik Nama hilang dikandang beserta indukannya dan sampai saat ini tidak terdeteksi dimana rimbanya. Sedang untuk saat ini anak – anak Balik Nama yang masih termonitor ada 4 ekor, 1 ekor di Jakarta dan 3 ekor di Semarang.

by :janoko.mozart.bf@gmail.com
 Cp. 087733991995

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar